Pengecut

 


Entah kenapa setiap kali di depanmu, aku selalu gugup. Aku ingin bicara banyak hal, tapi akhirnya cuma bisa tersenyum canggung sambil menunduk, pura-pura sibuk dengan hal lain. Entah kenapa, aku selalu malu saat menatapmu terlalu lama.

Tapi saat sendiri, semuanya berubah. Aku bisa menyebut namamu dengan lantang dalam hati, tanpa ragu sedikit pun. semua rasa itu keluar tanpa batas. Aku bisa jujur pada langit, pada malam, pada diriku sendiri bahwa aku benar-benar menginginkanmu. Bahwa dalam diamku, ada rindu yang tak pernah berani kukatakan di depanmu.

Dalam doa, aku tidak malu mengaku bahwa aku menyukaimu, bahwa aku benar-benar ingin memilikimu. Mungkin, hanya di hadapan-Nya aku cukup berani untuk mencintaimu sejujur itu.

Komentar

Postingan Populer